Motivasi Belajar Ketika Kamu Merasa Hasil Mengkhianati Usaha

Ketika Kamu Merasa Hasil Mengkhianati Usaha

Kecewa pas lagi semangat-semangatnya? Mungkin hampir semua pelajar pernah mengalaminya, termasuk aku. Pernah merasakan jatuh sedalam-dalamnya saat kamu merasa disaat itu kamu lagi produktif-produktifnya, kamu merasa lebih bersemangat dari sebelumnya, kamu merasa melakukannya lebih baik namun ternyata hasil yang kamu dapet justru jauh lebih buruh dari sebelumnya, yang kamu merasa kemarin itu biasa-biasa aja, dengan semangat dan usaha yang biasa namun kamu bisa mendapat hasil yang bisa dibilang bagus.
Lalu saat itu aku berikir apakah ini hanya kebetulan aja? Apakah ini yang sebenarnya, bahwa ternyata aku bukan siapa-siapa. Ketika temen-temen ku kembali menganggap remeh diriku, mengabaikanku dan merasa lebih baik dariku, atau apakah ini adalah teguran dari Tuhan, bahwa selama ini, aku sudah terlalu sombong, aku sudah begitu jahat dan menyalahgunakan kesepatan yang sudah Tuhan kasih pada ku? Aku  merasa sangat bingung, sakitnya begitu terasa sampai sulit sekali untuk membendung air mata, aku  harus bagaimana? Usaha dan pengorbanan yang aku lakukan selama ini ternyata belum membuahkan hasil yang maksimal, sedangkan temanku yang aku sendiri tahu bagaimana usaha dan pengorbanan nya justru mendaat hasil yang tidak terduga, yah.... aku juga merasa tidak baik mempertanyakan usaha orang lain seperti itu, mungkin saja ia belajar lebih banyak namun aku tidak tahu, mungkin saja sudah saatnya rezeki itu datang padanya, mungkin saja Allah punya rencana yang hebat untuknya dan untukku juga, aku harap seperti itu.
Lantas bagaimana dengan ku? Aku merasa ingin mengeluh pada Tuhanku, Allah SWT... aku merasa tidak menerima keadilan, aku merasa dipersulit dan dianiaya.. sedih?? Sangat-sangat sedih.. entah mengapa aku merasa seperti ini, aku merasa sendirian, berfikir bahwa Allah tidak hanya milik ku saja, tetapi juga milik dia dan orang lain, lantas apakah ia akan mendengarkanku? Lantas pantaskah aku merasa sedih? Putus asa atas Rahmat Allah SWT. bertanya-tanya mengapa Allah. SWT tidak adil? Apakah ia tidak melihat perjuanganku? Lantas apa gunanya usaha? Ibarat bunga gugur ketika sedang mekar-mekarya, mendapat hasil yang tidak memuaskan ketika sedang makimal-maksimalnya usaha. Sekarang aku merasa sangat diremehkan dan sedirian. Itulah yang aku rasakan saat itu. Namun, disaat itu sebagai pribadi yang penuh dengan kekurangan aku tersadar berusaha untuk mencoba meyakinkan diriku sebagai seorang muslim, bahwa Allah SWT. tidak pernah mempersulit hambanya, Allah tidak pernah mengaiaya hamba-Nya, Allah justru sangat menyayangi hamba-hambanya, bahwa aku hanya bisa berusaha sedangkan hasilnya tetap ada pada Tuhanku. Bahwa ia memiliki rancana yang jauh lebih indah untukku. Ia lah yang memberikan takhta pada yang ia kehendaki dan yang mengambilnya dari orang yang ia kehendaki. Aku meyakinkan diriku untuk mencoba berprasangka baik atas takdir Allah SWT. Karena Allah Ta’ala pun telah berfirman,“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216). “Bahwasanya Dia menakdirkan bagi mereka berbagai macam musibah, ujian, dan cobaan dengan perintah dan larangan yang berat adalah karena kasih sayang dan kelembutan-Nya kepada mereka, dan sebagai tangga untuk menuju kesempurnaan dan kesenangan mereka” (Tafsir Asma’ al Husna, karya As-Sa’di).
Sahabat, saat itu aku merenungkan bagaimana lagi Allah menegurku jika bukan dengan rasa sakit? Bagaimana lagi cara Allah memenggilku jika bukan dengan kekecewaan? Mungkin Allah sedang rindu, maka aku harus lebbih mendekat kepada-Nya, Allah sedang menungguku. Okay, itu artinya sudahi kesedihan ini.
Mencoba bangkit, dan memulai semuanya dari awal dan penuh harapan berdoa Yaa Allah sesungguhnya diriku adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya lah aku akan kembali. Ya Allah, berilah pahala kepadaku dalam musibahku dan berilah gantinya untukku dengan yang lebih baik darinya. Walaupun ini sangat sulit bagiku, Aku mulai berusaha dan sangat berusaha melihat sisi baiknya, bahwa aku menjadi pribadi yang lebih dewasa dalam menghadapi masalah, bahwa aku mulai mengingat kewajiban yang pernah aku tinggalkan dan dosa yang telah aku perbuat selama ini. Sahabat, yakinlah bahwa Allah SWT. sedang mempersiapkan sesuatu yang indah bagimu. Tahankan rasa sakitnya diabaikan, ditindas, diremehkan... lebih bersemangatlah.. kamu tidak punya pilihan lain selain melakukan yang terbaik, kamu tidak punya pilihan lain selain mengorbankan segalanya.. bahwa jalanmu masih sangat panjang.. bahwa kenyatannya, kamu belum tercabut sampai akar, kamu masih punya kesempatan untuk tumbuh dan menyusul yang lain, jangan bersedih.. karena kamu kembali ke titik 0,  maka kamu harus berlari lebih kencang untuk menyusul mereka. Tumbuhlan jauh lebih tegar.. aku ingin melihatmu memberikan manfaat bagi orang lain.. sukseslah.. aku mohon, berjuanglah lebih giat lagi, karena tidak akan ada yang bisa menolongmu selain dirimu sendiri. Jadilah lebih berani, Allah SWT. selalu bersamamu. Ayo, tulis harapan yang ingin kamu capai lagi kedepannya, bangun dan wujudkan, berhenti mmeuang waktu untuk hal yang tidak bermanfaat. Sekarang dan seterusnya aku akan lebih bersemangat dan lebih sukses. Tidak lagi mempertanyakan ketetapan Allah SWT. berusaha semaksimal mungkin, kemudian pasrahkan kepada pemilik diri kita, sisakan ruang untuk siap menerima kekecewaan di tengah harapan, karena orang yang sukses adalah orang yang bisa menerima kegagalan dan bangkit menjadi pribadi lebih baik. Siap suskses artinya siap kecewa. yakinlah bahwa hasil tidak pernah mengkhianati usaha, namun mungkin Allah belum mengizinkannya datang padamu, mungkin belum saatnya, atau akan diganti dengan sesuatu yang lebih baik.

Semoga bisa menginspirasi Anda dan semoga bisa menjadi penerang disaat hati yang tengah kalut berkabut yang Anda rasakan. Semoga kita tidak akan berputus asa atas Rahmat Allah SWT. Change your mind, change your word.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERENCANAN DALAM MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN

Konsep Sehat Sakit

Cara Menggabungkan Halaman Angka Romawi (ex: I, II, II) dan Angka Biasa (ex: 1, 2, 3)