PERENCANAN DALAM MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN


MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN
PERENCANAN DALAM MANAJEMEN PELAYANAN KEBIDANAN









OLEH
KELOMPOK 6

Rita Rukmawati                  PO.71.24.2.17.031
Dwi Cindy Hardiyanti          PO.71.24.2.17.013
Okta Mayang Sari              PO.71.24.2.17.028       
Alya Gusti Rinanda             PO.71.24.2.17.002


TIM DOSEN PENGAJAR :
Sari Wahyuni, S.ST., M.Keb.
Elita Vasra, S.ST., M.Keb.
Asri Noviyanti, S.ST., M.Keb.
Veratiwi, S.ST., M.Keb.



POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG
JURUSAN KEBIDANAN
D-IV KEBIDANAN
2020

KATA PENGANTAR
                                                         
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. atas segala limpahan rahmat, nikmat serta karunia-Nya yang tak ternilai dan tak terhitung sehingga kami bisa menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Makalah yang berjudul “Manajemen Pelayanan Kebidanan Perencanan dalam Manajemen Pelayanan Kebidanan” ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan pada Semester VI.
Makalah ini berisikan pengetahuan mengenai unsur pokok perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan, yang mana terdiri atas unsur pokok yaitu input, proses dan output.
Adapun, penyusunan makalah ini kiranya masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu, kami menghaturkan permohonan maaf apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini. Kami pun berharap pembaca makalah ini dapat memberikan kritik dan saran yang membangun kepada kami agar di kemudian hari kami bisa membuat makalah yang lebih sempurna lagi.
Kami ucapkan terima kasih kepada tim dosen pengampu mata kuliah Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan yang telah memberikan bimbingan dan arahannya, dan juga kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu atas setiap bantuannya yang sangat berharga dalam penyusunan makalah ini kami ucapkan terima kasih.
Besar harapan kami, di kemudian hari makalah ini bisa menjadi patokan atau tolok ukur pembuatan makalah ilmiah lain mengenai perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan. Adapun, tim penulis juga berharap semoga makalah  ini bisa bermanfaat bagi pembacanya ataupun penelitian selanjutnya.


Palembang, 3 Februari 2020



Tim Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..............................................................................................  i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang ......................................................................................... 4
1.2   Rumusan Masalah.................................................................................... 4
1.3   Tujuan........................................................................................................ 5
1.4   Manfaat .................................................................................................... 5
BAB II PEMBAHASAN
2.1   Perencanaan ............................................................................................. 6
2.1.1  Definisi ............................................................................................. 6
2.1.2  Aspek Perencanaan ........................................................................ 6
2.2   Manajemen Pelayanan Kebidanan............................................................ 6
2.3   Perencanaan dalan Manajemen Pelayanan Kebidanan ………………... 8
2.3.1  Menurut Buku Ajar Organisasi dan Manajemen
Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan (M. Fais
Satrianegara-Sitti Saleha, 2009)...................................................... 8
A.   Input (Masukan) ....................................................................... 8
B.   Proses (Process)...................................................................... 10
C.   Output (Keluaran) .................................................................... 13
D.   Sasaran (Target) ...................................................................... 13
E.   Dampak (Impact)...................................................................... 13
2.3.2  Menurut Buku Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan
dan Kebidanan (Mamik, 2014)........................................................ 14
A.   Input ......................................................................................... 14
B.   Proses ...................................................................................... 15
C.   Output ...................................................................................... 15
BAB III PENUTUP
3.1   Kesimpulan ............................................................................................... 17
3.2   Saran ........................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ xix



BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Menjadi salah satu profesi tertua sejak adanya peradaban umat manusia, bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu yang melahirkan. Peran dan posisi bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya yang sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati, mendampingi, serta menolong ibu yang melahirkan sampai ibu dapat merawat bayinya dengan baik. Bidan sebagai pekerja profesional dalam menjalankan tugas dan prakteknya, bekerja berdasarkan pandangan filosofis yang dianut, keilmuan, metode kerja, standar praktik pelayanan serta kode etik yang dimilikinya.
Bidan dalam pelayanan kebidanan mempunyai peranan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak dan sebagai ujung tombak pemberi asuhan kebidanan. Dalam memberi asuhan bidan sebagai individu yang memegang tanggung jawab terhadap tugas kliennya, biopsikososial. Di tengah masyarakat, bidan juga berperan dalam memberi pendidikan kesehatan dan mengubah perilaku masyarakat terhadap pola hidup dan gaya hidup yang tidak sehat. Jadi, tidak hanya memberi asuhan pada individu tapi juga terhadap keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, bidan harus mempunyai pendekatan manajemen agar dapat mengorganisasikan semua unsur-unsur yang terlibat dalam pelayanannya dengan baik dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan–penemuan, keterampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien. Manajemen pelayanan kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya. Manajemen kebidanan mempunyai peran penting dalam menunjang kerja sorang bidan agar dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada kliennya. Salah satu proses penting dalam melakukan manajemen pelayanan kebidanan adalah perencanaan.
Perencanaan (Planning) dalam manajemen pelayanan kebidanan merupakan salah satu hal yang penting, yang merupakan pemikiran apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Bidan mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan.
Mengingat pentingnya seorang bidan menguasai manajemen kebidanan maka dalam makalah ini, kami akan membahas tentang perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan yang berkaitan dengan unsur pokoknya yang meliputi input, proses dan output.

1.2   Rumusan Masalah
1.2.1  Apa pengertian dari perencanaan?
1.2.2  Apa itu manajemen pelayanan kebidanan?
1.2.3  Apa saja unsur pokok dalam perencanaan pelayanan kebidanan?

1.3   Tujuan
1.3.1  Agar mahasiswa mampu memahami pengertian dari perencanaan.
1.3.2  Agar mahasiswa memahami pengertian dari manajemen pelayanan kebidanan.
1.3.3  Agar mahasiswa mampu mengetahui tentang perencanaan manajemen pelayanan kebidanan yang berkaitan dengan unsur pokok input, proses dan output.

1.4   Manfaat
1.4.1  Mahasiswa mampu memahami pengertian dari perencanaan.
1.4.2  Mahasiswa mampu menjelaskan tentang perencanaan manajemen pelayanan kebidanan.
1.4.3  Mahasiswa mampu memahami tentang perencanaan manajemen pelayanan kebidanan yang berkaitan dengan unsur pokok input, proses, dan output.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Perencanaan
2.1.1  Definisi
Menurut Billy E. Goetz, perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan.
Penerapan manajemen kebidanan dalam bentuk kegiatan praktek kebidanan, yang dilakukan melalui suatu proses yang disebut proses manajemen kebidanan.

2.1.2  Aspek Perencanaan
Dalam membicarakan perencanaan, ada tiga aspek pokok yang harus diperhatikan. Ketiga aspek yang dimaksud adalah
1.    Hasil dari pekerjaan perencanaan (outcome of planning), hasilnya adalah rencana kesehatan (health planning).
2.    Perangkat organisasi yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan perencanaan (Mechanis of planning).
3.    Proses atau langkah-langkah melakukan pekerjaan perencanaan (process of planning).

2.2   Manajemen Pelayanan Kebidanan
Manajemen kebidanan adalah proses pertolongan yang dilakukan seseorang yang berprofesi sebagai bidan secara sistematis untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan seorang pasien dengan tepat. Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan–penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang terfokus pada klien (Varney, 1997).
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi (50 Tahun IBI, 2007).
Manajemen kebidanan adalah metode dan pendekatan pemecahan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga dan masyarakat (Depkes RI, 2005).
Manajemen kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis sistematis. Oleh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/ kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya. Manajemen kebidanan mempunyai peran penting dalam menunjang kerja seorang bidan agar bidan dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada kliennya.
Dalam pelayanan kebidanan, manajemen adalah proses pelaksanaan pemberian pelayanan kebidanan untuk memberikan asuhan kebidanan kepada klien dengan tujuan menciptakan kesejahteraan bagi ibu dan anak, kepuasan pelanggan dan kepuasan bidan sebagai provider.
Pengelola pelayanan kebidanan memiliki standar asuhan/manajemen kebidanan yang ditetapkan sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Defenisi operasional:
1.      Ada Standar Manajemen Asuhan Kebidanan (SMAK) sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kebidanan.
2.      Ada format manajemen kebidanan yang terdapat pada catatan medik.
3.      Ada pengkajian asuhan kebidanan bagi setiap klien.
4.      Ada diagnosa kebidanan.
5.      Ada rencana asuhan kebidanan.
6.      Ada dokumen tertulis tentang tindakan kebidnan.
7.      Ada catatan perkembangn klien dalam asuhan kebidanan.
8.      Ada evaluasi dalam memberikan asuhan kebidanan.
9.      Ada dokumentasi utuk kegiatan manajemen kebidanan.
Manajemen pelayanan kebidanan tentu saja mengambil sistem manajemen pada umumnya. Dalam pelayanannya juga melaksanakan aktifitas manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, kordinasi, dan pengawasan (supervisi dan evaluasi) (Mamik, 2014).

2.3   Perencanaan Dalam Manajemen Pelayanan kebidanan
Perencanaan dalam pelayanan kebidanan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistematis kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Untuk membuat perencanaan kita harus mengetahui si-a-bi-di-ba :
Ø  Si (siapa yg akan membuatnya)
Ø  A (apa yg harus direncanakan)
Ø  Bi (bagaimana bila dilaksanakan)
Ø  Di (dimana tempat pelaksanaan)
Ø  Ba (bagaimana hasilnya)
Pengorganisasian dalam pelayanan kebidanan pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengkoordinasian dan penilaiaan terhadap sumber, tatacara dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditujukan kepada perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat (Dr. Suparyanto, 2009).

2.3.1  Menurut Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan (M. Fais Satrianegara-Sitti Saleha, 2009)
Perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan merupakan bagian dari administrasi kesehatan, yang mana terdiri atas unsur pokok yaitu:
A.   Input (Masukan)
Input (masukan) adalah segala sesuatu yg dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi. Input = masukan = perangkat administrasi = Tools of Administration. Masukan dan atau perangkat administrasi tersebut banyak macamnya.
Menurut Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat, input ada 3 macam, yaitu:
a.    Sumber (resources)
Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dignakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Sumber (resources) dibagi 3 macam:
1)    Sumber tenaga (labour resources) dibedakan atas:
a)  Tenaga ahli (skilled): dokter, bidan, perawat, dan lain-lain.
b)  Tenaga tidak ahli (unskilled): pesuruh, penjaga malam, dan lain-lain.
2)    Sumber modal (capital resources), dibedakan menjadi:
a)  Modal bergerak (working capital): uang, giro.
b)  Modal tidak bergerak (fixed capital): bangunan, tanah, sarana kesehatan.
3)    Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat di alam, yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal.
b.    Tatacara (procedures)
Tatacara (procedures): adalah berbagai kemajuan ilmu dan teknologi kesehatan yang dimiliki dan bisa diterapkan dalam melakukan kegiatan administrasi.
c.    Kesanggupan (capacity)
Kesanggupan (capacity): adalah keadaan fisik, mental dan biologis tenaga pelaksana.
Menurut Kootz dan Donnels, masukaan (input) dalam administrasi dibagi atas empat macam.
1.    Manusia (man).
2.    Modal (capital).
3.    Manajerial.
4.    Teknologi.

Input (masukan) yang dikenal masyarakat adalah 6 M (untuk organisasi yang cari untung):
a.      Man : Tenaga yang di manfaatkan. Contoh : Staf atau Bidan yang kompeten
b.      Money : Anggaran yang di butuhkan atau dana untuk program
c.      Material :  materi ( sarana dan prasarana ) yang dibutuhkan
d.      Metode : Cara yang dipergunakan dalam bekerja atau prosedur kerja
e.      Minute / Time : Jangka waktu pelaksanaan kegiatan program
f.       Market : Pasar dan pemasaran atau sarana program
B.   Proses (Process)
Proses (process) adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses dikenal dengan nama fungsi administrasi. Pada umumnya, proses dan ataupun fungsi manajemen merupakan tanggung jawab pimpinan dan manajer kesehatan dalam organisasi.
Pada saat ini dikenal beberapa pembagian proses dan atau pun fungsi administrasi tersebut. Beberapa diantaranya yang terpenting adalah sebagai berikut.
a.      Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat membedakan fungsi administrasi atas enam macam, yakni:
·         Planning = perencanaan,
·         Organizing = pengorganisasian,
·         Directing = pengarahan,
·         Controlling = pengawaan,
·         Coordinating = pengkoordinasian
·         Evaluating = penilaian
b.     Freeman membedakan fungsi administrasi atas enam macam, yakni:
·         Planning = perencanaan,
·         Actuating = penggerakan,
·         Coordinating = pengkoordinasian,
·         Guidance = bimbingan,
·         Freedom = membebaskan,
·         Responsibility = pertanggungjawaban
c.      George R. Terry membedakan fungsi administrasi atas empat macam, yakni:
·         Planning = perencanaan,
·         Organizing = pengorganisasian,
·         Actuating = penggerakan,
·         Controlling = pengawaan,
d.     Barton membedakan fungsi administrasi atas:
·         Planning = perencanaan,
·         Organizing = pengorganisasian,
·         Staffing = penyusunan staf,
·         Budgeting = penyusunan anggaran belanja,
·         Implementing = pengkoordinasian,
·         Coordinating = pengkoordinasian,
·         Reporting = pelaporan,
·         Actuating = penggerakan,
·         Evaluating = penilaian
e.      Hendry Faloy membedakan fungsi administrasi atas:
·         Planning = perencanaan,
·         Organizing = pengorganisasian,
·         Directing = pengarahan,
·         Commanding = perintah,
·         Coordinating = pengkoordinasian,
·         Controlling = pengawaan,

Berbagai pembagian tersebut meskipun bervariasi, namun jika dikaji secara mendalam pada dasarnya tidak memperlihatkan perbedaan yang berarti.
Dalam praktik sehari-hari, untuk memudahkan pelaksanaannya, berbagai fungsi administrasi ini disederhanakan menjadi empat macam.
a.    Perencanaan (Planning)
Perencanaan adalah proses untuk merumuskan masalah kegiatan, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan kegiatan yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (landasan dasar), termasuk didalamnya penyusunan anggaran belanja.
Contoh perencanaan adalah:
1)    Jadwal Pelayanan ANC di Posyandu, Puskesmas.
2)    Rencana Pelatihan untuk kader, nakes
b.    Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian adalah suatu langkah untuk menetapkan menggolong-golongkan, dan mengatur berbagai kegiatan, penetapan tugas-tugas dan wewenang seseorang, penyusunan staf, dan pendelegasian wewenang dalam rangka pencapaian tujuan layanan kebidanan. Inti dari pengorganisasian adalah merupakan alat untuk memadukan atau sinkronisasi semua kegiatan yang berasfek personil, finansial, material dan tata cara dalam rangka mencapai tujuan pelayanan kebidanan yang telah di tetapkan.
Contoh pengorganisasian adalah:
1)    Puskesmas
2)    Puskesmas Pembantu
3)    Polindes dan Pembantu
4)    Balai Desa
c.    Pelaksanaan (Implementing)
Pelaksanaan adalah suatu usaha untuk menciptakan iklim kerja sama di antara pelaksanaan program pelayanan kebidanan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien, yang didalamnya termasuk pengarahan, pengoordinasian, bimbingan, penggerakan, dan pengawasan.
Fungsi manajemen ini lebih menekankan bagaimana seseorang manajer pelayanan kebidanan mengarahkan dan menggerakkan semua sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pelayanan kebidanan yang telah di sepakati.
Contoh penggerakan dan pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian adalah:
1)    Pencatatan dan pelaporan (SP2TP)
2)    Supervisi
3)    Stratifikasi Puskesmas
4)    Survey
d.    Penilaian (Evaluation) yang didalamnya termasuk penyusunan laporan.

C.   Output (Keluaran)
Output adalah hasil dari suatu pekerjaan manajemen. Untuk manajemen kesehatan, output dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health services). Dalam kebidanan dikenal pelayanan kebidanan. Hasil atau output adalah hasil pelaksanaan kegiatan.
Output yaitu yang menunjuk pada penampilan (perfomance) pelayanan kesehatan Penampilan dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, penampilan aspek medis pelayanan Kedokteran (medical service) dan kedua, penampilan aspek non-medis pelayanan kesehatan masyarakat (public health service). Secara umum di sebutkan apabila kedua penampilan ini tidak sesuai dengan standar yang telah di tetapkan maka berarti pelayanan kesehatan yang diselenggarakan bukan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Cakupan Kegiatan Program: Jumlah kelompok masyarakat yang sudah menerima layanan kebidanan (memerator), dibandingkan dengan jumlah kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program kebidanan (denominator).  Pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar pelayanan kebidanan (mulai dari KIE, Asuhan Kebidanan, dsb). Contoh: Untuk BPS: Output-nya adalah Kesejahteraan ibu dan janin, Kepuasan Pelanggan, Kepuasan bidan sebagai provider.

D.   Sasaran (Target)
Sasaran atau target group adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan. Untuk administrasi kesehatan sasaran yang dimaksud terdiri dari empat macam yakni perseorangan, keluarga,  kelompok, dan masyarakat. Dapat bersifat sasaran langsung (direct target group) ataupun bersifat sasaran tidak langsung (indirect target group).

E.    Dampak (Impact)
Dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Untuk administrasi kesehatan, dampak yang diaharapkan adalah makin meningkatnya derajat kesehatan.  Peningkatan derajat kesehatan ini hanya akan dapat dicapai apabila kebutuhan (needs) dan tuntutan (demnds) perorangan, keluarga, kelompok, dan atau masyarakat terhadap derajat kesehatan pelayanan serta lingkungan yang sehat terpenuhi.



2.3.2  Menurut Buku Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan dan Kebidanan (Mamik, 2014)
Perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan merupakan bagian dari administrasi kesehatan yang mana terdiri atas 3 unsur pokok yaitu:
A.   Input
Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan kesehatan, seperti SDM, dana, obat, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Input berfokus pada sistem yang dipersiapkan dalam organisasi dari menejemen termasuk komitmen, dan stakeholder lainnya, prosedur serta kebijakan sarana dan prasarana fasilitas dimana pelayanan diberikan (Mamik, 2014).
Semua hal yang diperlukan untuk terselenggaranya suatu pelayanan kesehatan merupakan unsur masukan yang terpenting adalah tenaga, dana dan sarana. Secara umum di sebutkan apabila tenaga dan sarana, kuantitas dan kualitas tidak sesuai standar yang ditetapkan, serta jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan, maka sulitlah diharapkan bermutunya pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula. Hubungan input dengan mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan pelaksanaan pelayanan kesehatan (Mamik, 2014).
Karakteristik yang relatif stabil dari penyedia pelayanan kesehatan, alat dan sumber daya yang dipergunakan, fisik dan pengaturan organisasi di lingkungan kerja. Konsep struktur termasuk manusia, fisik, dan sumber keuangan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan medis.
Struktur digunakan sebagai pengukuran tidak langsung dari kualitas pelayanan. Hubungan antara struktur dan kualitas pelayanan adalah hal yang penting dalam merencanakan, mendesain, dan melaksanakan sistem yang dikehendaki untuk memberikan pelayanan kesehatan. Pengaturan karakteristik struktur yang digunakan mempunyai kecenderungan untuk mempengaruhi proses pelayanan sehingga ini akan membuat kualitasnya berkurang atau meningkat. (Donabedian, 1980).
                         
B. Proses
Beberapa pengertian tentang proses :
1.      Proses adalah interaksi profesional antara pemberi pelayanan dengan konsumen (pasien/masyarakat) (Depkes RI, 2001).
2.      Proses adalah suatu bentuk kegiatan yang berjalan dengan dan antara dokter dan pasien (Donabedian, 1980).
3.      Proses adalah semua kegiatan dokter dan tenaga profesi lainnya yang mengadakan interaksi secara profesional dengan pasiennya. Baik tidaknya pelaksanaan proses pelayanan di RS dapat diukur dari tiga aspek, yaitu relevan tidaknya proses itu bagi pasien, efektivitas prosesnya, dan kualitas interaksi asuhan terhadap pasien.
4.      Proses yaitu semua kegiatan sistem. Melalui proses akan mengubah input menjadi output.
Proses, ialah interaksi profesional antara pemberi layanan dengan konsumen (pasien/masyarakat). Proses ini merupakan variabel penilaian mutu yang penting. Proses adalah semua kegiatan yang dilaksanakan secara profesional oleh tenaga kesehatan dan interaksinya dengan pasien.
Penilaian terhadap proses adalah evaluasi terhadap dokter dan profesi kesehatan dalam me-manage pasien. Kriteria umum yang digunakan adalah derajat dimana pengelolaan pasien, konform dengan standar-standar dan harapan-harapan masing-masing proses. Sebagai contoh adalah tindakan yang dilakukan saat menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Tindakan tersebut adalah tindakan medis dan tindakan non-medis.

C. Output
Output yaitu yang menunjuk pada penampilan (perfomance) pelayanan kesehatan. Penampilan dapat di bedakan atas dua macam :
a.    Penampilan aspek medis pelayanan kesehatan.
b.    Penampilan aspek non-medis pelayanan kesehatan.
Secara umum di sebutkan apabila kedua penampilan ini tidak sesuai dengan standar yang telah di tetapkan maka berarti pelayanan kesehatan yang diselenggarakan bukan pelayanan kesehatan yang bermutu.
Output/outcome ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut. Hasil akhir kegiatan dan tindakan tenaga kesehatan profesional terhadap pasien. Hasil pelayanan kesehatan/medis dapat dinilai antara lain dengan melakukan audit medis, review rekam medis dan review medis lainnya, adanya keluhan pasien, dan informed consent (Mamik, 2014).
(http://maalikghaisan.blogspot.com/2018)




BAB III
PENUTUP

3.1   Kesimpulan
Manajemen adalah proses pelaksanaan pemberian pelayanan kebidanan untuk memberikan asuhan kebidanan kepada klien dengan tujuan menciptakan kesejahteraan bagi ibu dan anak, kepuasan pelanggan dan kepuasan bidan sebagai provider. Perencanaan Dalam Pelayanan Kebidanan adalah suatu proses mempersiapkan secara sistimatis kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ada tiga unsur dalam perencanaan Manajemen pelayanan Kebidanan yaitu input, proses dan output.
Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan pelayanan kesehatan, seperti SDM, dana, obat, fasilitas, peralatan, bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Secara umum di sebutkan apabila tenaga dan sarana, kuantitas dan kualitas tidak sesuai standar yang ditetapkan, serta jika dana yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan, maka sulitlah diharapkan bermutunya pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula.
Proses, ialah interaksi profesional antara pemberi layanan dengan konsumen (pasien/masyarakat). Penilaian terhadap proses adalah evaluasi terhadap dokter dan profesi kesehatan dalam me-manage pasien. Kriteria umum yang digunakan adalah derajat dimana pengelolaan pasien, konform dengan standar-standar dan harapan-harapan masing-masing proses.
Output yaitu yang menunjuk pada penampilan (perfomance) pelayanan kesehatan. Penampilan dapat dibedakan atas dua macam, yaitu penampilan aspek medis pelayanan kesehatan dan penampilan aspek non-medis pelayanan kesehatan. Output/outcome, ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen tersebut. Hasil pelayanan kesehatan/medis dapat dinilai antara lain dengan melakukan audit medis, review rekam medis dan review medis lainnya, adanya keluhan pasien, dan informed consent.

3.2   Saran
Diharapkan setiap tenaga kesehatan khususnya bidan, agar terus meningatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan diri dalam melakukan perencanaan dalam manajemen pelayanan kebidanan serta mampu menerapkan teori secara aplikatif sebisa mungkin yang telah diharapkan, sehingga tujuan yang diinginkan dapat terwujud secara optimal.





DAFTAR PUSTAKA
      
Sumber Utama
Mamik. 2014. Manajemen Mutu PELAYANAN KESEHATAN DAN KEBIDANAN. Surabaya : Zifatama Publisher.

Satrianegara, M. Fais., Sitti Saleha. 2009. Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.

Sumber Pendukung
Asrinah,dkk. 2010. Konsep Kebidanan. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal. 109

McMahon, Rosemar … [et al.] ; alih bahasa, Poppy Kumala. 1999. Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer Edisi 2. Jakarta: EGC.




diakses pada 5 Februari 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsep Sehat Sakit

Cara Menggabungkan Halaman Angka Romawi (ex: I, II, II) dan Angka Biasa (ex: 1, 2, 3)