Konsep Sehat Sakit
Makalah Konsep Sehat-Sakit
BAB I
PENDAHULUAN
Skenario Kasus
Pengalaman Akan Membuat Kita Lebih Baik
Seorang anak laki – laki dengan usia 8 Tahun bersama
Ibunya datang ke tempat Dokter Praktek di RS. Islam Banjarmasin, dia mengatakan
bahwa badannya terasa lemas, demam, disertai muntah. Ibu anak tersebut
mengatakan badannya panas 2 hari yang lalu, BAB 5x/hari warna kuning kehijauan
bercampur lendir, daan disertai dengan muntah 2x/hari, ibu mengatakan bahwa
dahulu pernah dinyatakan oleh Dokter sakit/illness Diare 8x/hari tiap 1-2 jam
sekali warna kuning, disertai muntah, badan panas, dan tidak mau makan yang
sempat dirawat dirumah sakit. Ibu anak tersebut mengatakan dalam anggota
keluarga ada yang pernah mengalami sakit diare seperti yang di alaminya. Ibu
tersebut juga mengatakan bahwa tinggal di lingkungan yang berdebu dan padat
penduduknya dan ingin sekali cepat sembuh dan pulang kerumah. Ibu anak tersebut
mengatakan bahwa selama sakit ini anak tersebut jarang bermain dengan
teman-temannya dan terjadi perubahan perilaku sehari-hari padahal anak tersebut
kalau sehat/wellness dia sering bermain dengan teman sekolahnya, karena
pengalaman terdahulu dia pernah sakit yang sama jadi anak tersebut melakukan
cara untuk mengobatinya supaya tidak dirawat di rumah sakit, dengan membuat
larutan gula dan garam di rumah, banyak minum, dia juga sering berdo’a kepada
Allah SWT supaya dia bisa disembuhkan dari penyakitnya dan tidak akan masuk
Rumah Sakit karena jera dengan jarum suntik.
Analisa Kasus
Daftar pendapat anggota kelompok tentang istilah atau
kata sulit dalam scenario kasus
- Diare
- Demam
- Jera
- Medis
- Dokter Praktek
- Lemas
- Muntah
- Lendir
- BAB
- Jarum Suntik
- Padat Penduduk
- Sakit
- Sehat
Jawaban dari istilah kata sulit
Diare :
- Tinja lembek dan cair
- BAB tidak normal dan tinja berampas
- Fases cair
- Dengan tinja hitam
- BAB dengan intensitas 5x/hari
- Suatu tinja yang keuar/BAB encer diakibatkan dari makanan
- Penyakit yang timbul dari makanan yang tidak bersih
Demam
- Sel antibodi kita meawan virus
- Kondisi tubuh naik
- Naiknya suhu tubuh dari biasanya
- Suatu kondisi meningkat dari sebelumnya
- Suhu naik turun
- Suatu kondisi melebihi normal
- Suhu badan lebih tinggi lebih dari 38ᵒC
- Panas badan meningkat
Jera
- Kapok tidak mau lagi melakukan
Medis
- Dokter membuka praktek diluar jam kerja
- Membukanya lapangan kerja
- Tempat dokter melakukan praktek kesehatan
- Seorang ahli kesehatan yang memiliki surat izin praktek kesehatan
- Dokter yang mempunyai izin praktek kesehatan
Lemas
- Gerak gerik kaku
- Aktivitas tidak seperti biasanya
- Badan lemah
- Tidak semangat
- Kurang tenaga
- Suatu gejala disebabkan bukan karena penyakit
- Suatu keadan dari tubuh kita tidak normal
Muntah
- Tubuh tidak menerima
- Zat yang keluar dari tubuh
- Suatu yang dikeuarkan yang tidak diterima
- Keluarnya makanan dikarenakan lambung tidak menerima
Lendir
- Keluar dengan bermacam warna
- Agak padat keluar lambat
- Cairan kental
- Suatu cairan yang licin
- Suatu cairan yang pekat dan cair
BAB
- Buang air besar
- Proses pembuangan kotoran
Jarum Suntik :
- Benda tajam untuk memasukkan cairan ke dalam tubuh
- Alat untuk menyuntik
- Jarum yang didalamnya ada cairan yang dimasukkan kedalam tubuh pasien
Padat Penduduk
- Tidak ada lahan kosong
- Lingkungan yang banyak orang
- Tempat tinggal yang tidak sesuai dengan jumah manusia
Sakit
- Lemas tidak semangat
- Kesehatan terganggu
- Badan lemah baik fisik maupun mental
- Tubuh kita tidak enak fisik atau organ
- Tidak stabil
- Tidak seperti biasanya
- Kekebalan tubuh menurun
- Tidak normal seperti biasanya
- Seseorang tidak bisa melakukan apapun
Sehat
- Kondisi dimana kita bisa mengerjakan sesuatu
- Fungsi tubuh bekerja normal
- Tubuh tidak ada penyakit
- Dapat melakukan aktivitas
- Baik, sempurna
- Imun normal
- Sistem lancar
- Jasmani dan rohani tidak mengalami gangguan
- Daftar pertanyaan
- Apa yang menyebabkan anak terkena diare?
- Apa gejala seseorang terkena diare?
- Apa pengalaman lain untuk mengobati diare?
- Apa perbedaan diare dengan diare disentri?
- Apakah diare disebabkan oleh bakteri atau virus?
- Apa yang menyebabkan perubahan pada anak tersebut ( dalam kasus )?
- Jawaban dari daftar pertanyaan
- Faktor makanan dan lingkungan
- Adanya bakteri ecoli dari makanan atau pun tangan dan lain – lain
- Karena lingkungan berdebu dan padat
- Kurangnya pasokan air bersih di lingkungannya
- Tertular dari keluarga melalui perantara bakteri yang tidak secara langsung
- Kandungan laktosa pada susu
- Keracunan dan infeksi usus
- – BAB 5x/hari dan feses berampas
- Badan serasa tidak bertenaga
- Mules
- Fesesnya cair dan berwarna hitam
- Pucuk daun muda jambu biji
- Perbedaan antara diare dengan desentri dapat dilihat dari feses yang kalau diare berwarna kuning kehitaman dan cair sedangkan desentri fesesnya berwarna hijau disertai cairan.
- Disebabkan oleh bakteri E.Coli
- Jera karena takut merasa sakit terhadap penggunaan jarum suntik,sehingga anak tersebut menjadi teliti dalam melakukan segala kegiatan.
Learning Objective
- Apa definisi sehat sakit?
- Apa saja model sehat sakit?
- Apa saja faktor yang mempengaruhi sehat dan tindakan kesehatannya?
- Bagaimana sakit dan perilaku sakit?
- Apa saja faktor yang mempengaruhi perilaku sakit?
- Apa saja perilaku sakit?
- Apa konsep sehat sakit sesuai ajaran islam?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Sehat – Sakit
2.1.1 Definisi Sehat
- Pada tahun 1930, American Nurses Association (ANA) dalam pernyataan kebijakan sosialnya mendefinisikan sehat sebagai “keadaan dinamik ketika potensi perkembangan dan perilaku individu terpenuhi hingga seoptimal mungkin” (FUNDAMENTAL KEPERAWATAN Konsep Proses dan praktik edisi 7 volume 1 dari kozier).
- Defini sehat adalah ”kondisi yang normal dan alami, karenanya segala sesuatu yang tidak normal alami karenya segala sesuatu yang tidak normal dan bertentangan dengan alam dianggap sebagai kondisi tidak sehat yang harus dilegal.” Konsep Dasar Keperawatan Asmadi
- Definisi sehat menurut Perkins (1939) adalah ”suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan beberapa factor yang berusaha mempengaruhinya.”
- Definisi sehat menurut WHO (1974) adalah “sehat adalah suatu keadaan yang semprna dari aspek fisik, mental, social dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.” (FUNDAMENTAL OF NURSING volume 1 edisi 4 dari Potter dan Perry).
- Menurut neuman (1990) adalah “ sehat dalam suatu rentang merupakan tingkat kesejahteraan klien pada waktu tertentu, yang terdapat dalam rentang dan kondisi sejahtera yang optimal, dengan energy yang paling maksimum, sampai kondisi kematian yang menandakan habisnya energi total”
- Definisi sakit :
- Menurut Larson Sakit adalah ketidakseimbangan fungsi normal tubuh manusia, termasuk sejumlah system biologis dan kondisi penyesuaian
- Menurut bauman ada kriteria keadaan sakit, yaitu adanya gejala, persepsi tentang keadan sakit yang di rasakan, dan kemampuan beraktifitas sehat yang menurun.
- Menurut batasan medis sakit adalah mengemukakan 2 bukti adanya sakit yaitu Tanda dan Gejala.
- Menurut Perkins sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga menimbulkan gangguan pada aktivitas sehari-hari, baik aktivitas jasmani maupun sosial.
- Menutut perry dan potter sakit adalah suatu keadaan di mana fungsi fisik, emosional,intelektual, social, perkembangan atau spiritual seseorang berkurang atau terganggu bila dibandingkan kondisi sebelumnya. (Potter dan perry, 2010 Fundamental keperawatan edisi 4 jakarta ; EGC)
Model kontinum sehat sakit atau rentang sehat sakit.
Neuman (1990) “sehat dalam suatu rentang adalah tingkat sejahtera klien pada
waktu tertentu, yang terdapat dalam rentang dari kondisi sejahtera yang
optimal, dengan energi yang paling maksimum, sampai kondisi kematian, yang
menandakan habisnya energi total”
Menurut model kontinum sehat sakit, sehat adalah
sebuah keadaaan yang dinamis yang berubah secara terus menerus sesuai dengan
adaptasi individu terhadap perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk
mempertahankan keadaan fisik, emosional, intelektual, sosial, perkembangan dan
spiritual yang sehat.
Sakit adalah sebuah proses dimana fungsi individu
mengalami perubahan atau penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu
sebelumnya.
Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang
relatif, yang mempunyai beberapa tingkat maka akan lebih akurat bila ditentukan
dengan titik tertentu pada skala kontinum sehat sakit.
- Model kesejahteraan tingkat tinggi
Model kesejahteraan tingkat tinggi berorientasi pada
cara memaksimalkan potensi sehat sakit pada setiap individu untuk mampu
mempertahankan rentang keseimbangan dan arah yang memiliki tujuan tertentu
dalam lingkungan.
Model ini mencakup kemajuan tingkat fungsi kearah yang
lebih tinggi, yang menjadi suatu tantangan yang luas dimana individu mampu hidup
dengan potensi yang paling maksimal, merupakan suatu proses yang dinamis, bukan
sutu keadaan yang statis dan pasif.
- Model agen-penjamu-lingkungan
Menurut pendekatan ini, tingkat sehat sakit individu
atau kelompok ditentukan oleh hubungan yang dinamis antara ketiga variabel
agent, penjamu dan lingkungan.
Agent : faktor internal atau eksternal yang dapat
menyebabkan terjadinya penyakit. Contoh : seorang terkena penyakit typoid
dimana agen adalah bakteri.
Pejamu : seseorang atau sekelompok orang yang rentan
terhadap penyakit atau sakit tertentu. Contoh : riwayat keluarga, usia, gaya
hidup.
Lingkungan : seluruh faktor yang ada diluar pejamu.
Lingkungan fisik antara lain tingkat ekonomi, iklim, kondisi tempat tinggal.
Lingkungan sosial terdiri dari interaksi seseorang
dengan orang lain, termasuk strees, konflik dengan orang lain, kesulitan
ekonomi, krisis hidup, kematian pasangan.
- Model keyakinan kesehatan
Menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan
perilaku yang ditampilkannya.
Komponen pertama adalah presepsi individu tentang
kerentangan dirinya terhadap suatu penyakit . Komponen kedua adalah presepsi
individu terhadap keseriusan penyakit tertentu dipengaruhi oleh variabel
demaografi dan sosiofisikologis, peresaan terancam oleh penyakit dan tanda-tanda
untuk bertindak. Komponen ketiga dimana seseorang akan menagmbil tidakan
preventif, misal mengubah gaya hidup .
- Model peningkatan kesejahteraan
Peningkatan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan
tingkat kesehatan klien “(Pender 1993, 1996). Model tersebut mengidentifikasi
beberapa faktor (demografi dan sosial) yang dapat meningkatkan atau menurunkan
partisipasi untuk meningkatkan kesehatan. Model tersebut juga mengatur berbagai
tanda kedalam sebuah kedalam sebuah pola untuk menjelaskan kemungkinan munculnya
partisipasi klien dalam perilaku peningkatan kesehatan. (Pender 1993,1996).
2.3 Faktor yang mempengaruhi sehat, Tindakan Kesehatan
- Keturunan
Keturunan secara sederhana, penyakit manusia dapat
dibagi kedalam beberapa kategori salah satunya adalah penyakit yang di sebabkan
oleh faktor Gen.
- Layanan kesehatan
Layanan kesehatan dapat mempengaruhi status kesehatan
individu dan masyarakat. Beberapa aspek layanan kesehatan yang dapat
mempengaruhi status kesehatan sebagai berikut:
- Tempat layanan kesehatan
Jika letak layanan kesehatan jauh dari pemukiman
penduduk masyarakat akan sulit menjangkaunya terlebih lagi jika saran
transportasi tidak memadai kondisi ini menghambat upaya pertolongan segera
tentunya untuk seseorang yang menderita sakit.
- Kualitas petugas kesehatan
Jika petugas kesehatan tidak memiliki kompetensi yang
berkualitas, samgat berpengaruh terhasdap status kesehatan individu atau
masyarakat.
- Biaya kesehatan
Tingginya biaya pengobatan tidak semua orang mampu
memanfaatkan layanan kesehatan.
- Sistem layanan kesehatan
Sistem layanan kesehatan sangat berpengaruh pada
peningkatan kualitas hidup lansia (pemeliharaan dan peningkatan kesehatan).
- Lingkungan
Lingkungan memberi pengaruh besar terhadap status
kesehatan pada individu.
- Perilaku
Perilaku merupakan factor berikutnya yang mempengaruhi
status kesehatan. Sehat atau sakitnya individu, keluarga, atau masyarakat
dipengaruhi oleh perilakunya
- Sakit dan Perilaku Sakit
Berikut ini adalah contoh beberapa perilaku sakit:
- Tidak memegang tanggung jawab selama sakit. Orang yang sakit biasanya dibebaskan dari tanggung jawab yang di embannya sewaktu sakit. Jika yang sakit adalah ibu, tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga akan dialihkan keayah, misalnya mengurus anak-anak. Dengan kata lain ibu dibebaskan dari tanggung jawabnya mengurus rumah tangga selama ia sakit. Begitu pula dalam kasus hukum. Jika si terdakwa sakit, pemeriksaan atau persidangan yang dilakukan atas dirinya akan ditunda sampai ia sehat kembali. Sayangnya, perilaku sakit ini sering kali dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh, banyak koruptor yang berhasil melarikan diri dengan bermodalkan surat keterangan sakit guna berobat keluar negeri.
- Bebas dari tugas dana peran social. Dalam hubungan social, seseorang yang didiagnosis menderita penyakit akan dibebaskan dari segala tugas dan perannya dimasyarakat. Sebagai contoh, jika ketua RT sakit, tugas dan perannya sebagai ketua RT akan dilimpahkan kepada wakilnya.
- Berupaya mencapai kondisi sehat secepat mungkin. Seseorang yang merasa tubuhnya tidak sehat, secara naluriah akan berusaha mencari cara untuk memulihkan kondisi tubuhnya. Beberapa cara yang mungkin ditempuh adalah pergi kedokter, puskesmas, rumah sakit, bahkan datang ke paranormal. Pilihan cara ini bergantung pada pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki terkait penyembuhan. Tetapi satu hal yang pasti, individu akan berusaha sesegera mungkin kembali sehat.
- Bersama keluarga mencari bantuan dengan segera. Selain individu, keluarga juga berusaha mencari bantuan guna kesembuhannya. Jika salah satu anggota keluarga ada yang sakit, hal ini akn berpengaruh terhadap seluruh anggota keluarga.
- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Sakit
2.5.1 Faktor Intenal
Persepsi individu
terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami. Klien akan segera mencari
pertiolongan jika gejala tersebut dapat mengganggu rutinitas kegiatan
sehari-hari. Misal: tukang kayu yang menderita sakit punggung, jika ia merasa
hal tersebut bisa membahayakan dan mengancam kehudupanya maka ia akan segara
mencari bantuan. Akan tetapi persepsi sepeti itu dapat pula mempunyai akibat
yang sebaliknya. Bisa saja orang yang takut mengalami sakit yang serius, akan
bereaksi dengan cara menyangkalnya dan tidak mau mencari bantuan.
2.5.2 Faktor eksternal
- Gejala uang dapat dilihat
Gejala yang terlihat dari suatu penyakit dapat
mempengaruhi citra tubuh dan perilaku sakit. Misal: orang yang mengalami bibir
pecah-pecah mungkin akan lebih cepa tmencari pertolongan dari pada orang dengan
serak tenggorokan, karena mungkin komentar orang lain terhadap gejala bibir
pecah-pecah yang dialaminya.
- Kelompok sosial
Kelompok sosial klien akan membantu mengenali ancaman
penyakit, atau justru menyangkal potensi terjadinya suatu penyakit. Misalnya:
ada dua orang wanita, sebut saja nyonya A dan nyonya B berusia 35 tahun yang
berasal dari dua kelompok sosial yang berbeda telah menemukan adanya benjolan
pada payudaranya saat melakukan sadari. Kemudia mereka mendiskusikannya dengan
temannya masing-masing. Teman nyonya A mungkin akan mendorong mencari
pengobatan untuk menentukan apakah perlu di operasi atau tidak, sedangkan teman
nyonya B mungkin akan mengatakan itu hanyalah benjolan biasa dan tidak perlu
diperiksa ke dokter.
- Latar belakang budaya
Latar belakang budaya dan etik mengajarkan seseorang
bagaimana menjadi sehat, mengenal sakit, dan menjadi sakit. Dengan demikian
perawat perlu memahanmi lartar belakang budaya yang dimiliki klien.
- Ekonomi
Semakin tinggi tingkat ekonomi seseorang biasanya ia akn
lebih cepat tanggap terhadap gejala penyakit yng ia rasakan, sehingga ia akan
segera mencari pertolongan ketika merasa adda gangguan pada kesehatannya.
- Kemudahan akses terhadap sistem pelayanan
Dekatnya jarak klien dengan rumah sakit, klinik atau
tempat pelayanan medis lain sering mempengaruhi kecepatan mereka dalam memasuki
sistem pelayanan kesehatan. Demikian pula beberapa klien enggan mencari
pelayanan yang kompleks dan besar dn mereka lebih suka untuk mengunjungi
puskesmas yang tidak membutuhkan prosedur rumit.
- Dukungan sosial
Dukungan sosial disini meliputi meliputi beberapa
institusi atau perkumpulan yang bersifat peningkatan kesehatan. Di institusi
tersebut dapat dilakukan berbagai kegiatan, seperti seminar kesehatan,
pendidikan dan pelatihan kesehatan, pelatihan (erobik, senam poco-poco dll).
Juga menyediakan fasilitas olah raga juga seperti kolam renang, lapangan bola,
basket, lapangan sepak bola dan dll.
- Tahapan Perilaku Sakit
2.6.1 Tahap 1 kemunculan gejala
Pada tahap sahat ini individu berasa ada yang tidak
beres. Orang terdekat menegaskan dengan mengatakan individu tersebut terlihat
tidak sehat, atau individu merasakan beberapa gejala seperti nyeri, ruam,
demam, atau pendarahan.ada 3 aspek pada tahap 1
-Kemunculan gejala fisik
-aspek Kognitif (penafsiran gejala, apakah gejala
bermakna bagi orang tersebut)
– respons emosi misalnya ketakutan atau ansietas
Pada tahap ini, orang yangf sakit biasanya
berkonspitasi dengan orang lain tentang gejala yang dirasakannya untuk
memastikan bahwa gejala itu memang nyata dan harus mencoba pengobatan yang
efektif.
- Asumsi peran sakit
Pada tahap ini kondisi sakitnya menjadi sebuah
fenomena dan orang yang sakit akan mencari konspirmasi dari keluarga dan
kelompok sosialnya bahwa mereka harus diistirahatkan dari kewajiban normalnya
dan dari harapan terhadap perannya.
Asumsi terhadap peran sakit dapat menyebabkan
emosional, seperti menarik diri atau depresi dari perubahn fisik .
- Kontak dengan pelayanan kesehatan
Pada tahap ini klien mencari kepastian penyakit dan pengobatan
dari seorang ahli. Selain itu klien juga akan mencari penjelasan tentang gejala
yang ada. Jika klien menerima diagnose tersebut, maka mereka mungkin melakukan
kunjungan ketempat pelayanan kesehatan. Pada keadaan itu, klien akan
berkonsultasi dengan beberapa pemberi pelayanan kesehatan sampai mereka
menumukan diagnosa seperti apa yang di inginkan oleh klien.
- Peran klien Dependen
Pada tahap ini klien tergantung pada pemberi kesehatan
untuk menghilangkan gejala yang ada. Klien menerima perawatan, simpati atau
perlindungan dari berbagai tuntuta dan stress hidupnya. Seorang klien dapat
melakukan peran dependennya di dalam institusi pelayanan kesehatan, di rumah,
atau pun di tempat pelayanan masyarakat.
- Pemulihan dan rehabilitas
Tahap akhir dari perilaku sakit yantu penyembuhan dan
rehabilitas dapat terjdi secara tiba-tiba, misalnya saat terjadi penurunan
demam. Jika penyembuhan tidak dilakukan denga tepat, maka perawatan jangka
panjang mungkin perlu di berikan sebelum klien mampu mencapai tingkat fungsi
yang optimal. (contoh fraktur) .
- Konsep Sehat Sakit Sesuai Ajaran Islam
Sehat dan Sakit Pandangan al-Quran
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ
الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (٨٣) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا
مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ
عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ (٨٤)
“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”. (QS al-Anbiyâ’, 21: 83-84)
“Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika ia menyeru Tuhannya: “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan yang Maha Penyayang di antara semua Penyayang”. Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah”. (QS al-Anbiyâ’, 21: 83-84)
Ayat di atas mengisahkan bahwa Nabi Ayyub a.s. yang
ditimpa penyakit, kehilangan harta dan anak-anaknya. Dari seluruh tubuhnya
hanya hati dan lidahnya yang tidak tertimpa penyakit, karena dua organ inilah
yang dibiarkan Allah tetap baik dan digunakan oleh Nabi Ayyub a.s. untuk
berdzikir dan memohon keridhaan Allah, dan Allah pun mengabulkan doanya, hingga
akhirnya Nabi Ayyub a.s. sembuh dan dikembalikan harta dan keluarganya.
Dari sini dapat diambil pelajaran agar manusia tidak
berprasangka buruk kepada Allah, tidak berputus asa akan rahmat Allah serta
bersabar dalam menerima takdir Allah. Karena kita sebagai manusia perlu
meyakini bahwa apabila Allah menakdirkan sakit maka kita akan sakit, begitu
pula apabila Allah menakdirkan kesembuhan, tiada daya upaya kecuali dengan
izin-Nya kita sembuh.
الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ (٧٨) وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (٧٩) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (٨٠) وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ (٧۱) وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ (٨۲)
الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ (٧٨) وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ (٧٩) وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ (٨٠) وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ (٧۱) وَالَّذِي أَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ (٨۲)
“(Yaitu Tuhan) yang telah menciptakaku, maka Dialah
yang memberi petunjuk kepadaku. Dan Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum
kepadaku. Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku. Dan yang akan
mematikan aku, kemudian akan menghidupkanku (kembali). Dan yang amat kuinginkan
akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat”. (QS asy-Syu’arâ’ 26: 78-82)
- Konsep Sehat
Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad s.a.w.) melalui
ayat-ayat al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. memberi perhatian yang serius
terhadap kesehatan manusia. Nabi Muhammad s.a.w. bahkan menganggap keselamatan
dan kesehatan sebagai nikmat Allah yang terbesar yang harus diterima dengan
rasa syukur.
Firman Allah dalam QS Ibrâhîm, 14: 7,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Firman Allah dalam QS Ibrâhîm, 14: 7,
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan:
“sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,
dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Bentuk syukur terhadap nikmat Allah melalui kesehatan
ini adalah senantiasa menjaga kesehatan sesuai dengan sunnatullah.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ.
“Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh
kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” (Hadis Riwayat al-Bukhari
dari Ibnu Abbas)
- Konsep Sakit
Di hadapan Allah, orang sakit bukanlah orang yang hina.
Mereka justeru memiliki kedudukan yang sangat mulia.
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا
هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا
كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah)
Bahkan Allah menjanjikan kepada orang yang sakit
apabila ia bersabar dan berikhtiar dalam sakitnya, Allah akan menghapus
dosa-dosanya.
وَمَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى إِلَّا حَاتَّتْ
عَنْهُ خَطَايَاهُ كَمَا تَحَاتُّ وَرَقُ الشَّجَرِ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit
kecuali Allah hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya
(dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan sebuah pohon”. (Hadis Riwayat
al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sehat berarti bukan hanya bebas dari penyakit, tetapi
meliputi seluruh kehidupan manusia, termasuk aspek sosial, psikologis,
spiritual, faktor-faktor lingkungan, ekonomi, pendidikan dan rekreasi.
Sedangkan sakit adalah suatu keadaan dimana seseorang berada dalam keadaan tidak
seimbang akibat adanya pengaruh yang datang dari luar atau dari dalam dirinya.
Status kesehatan merupakan suatu keadaan kesehatan
seseorang dalam batas rentang sehat-sakit yang bersifat dinamis dan
dipengaruhi: Perkembangan, Nutrisi, Sosial dan Kultural, Pengalaman masa lalu,
Harapan seseorang tentang dirinya, Keturunan, Lingkungan, Pelayanan Pemenuhan
nutrisi sesuai dengan tumbuh kembang harus dipenuhi secara tepat untuk menjaga
kondisi tubuh tetap baik sehingga kesehatan dari setiap individu dapat tercapai
dengan baik.
3.2 Saran
Sebagai seorang tenaga kesehatan yang profesional kita
harus menjaga kesehatan kita terlebih dahulu sebelum kita merawat pasien atau
klien yang kita rawat. Sehingga kita dapat merawat pasien ataupun klien dengan
semaksimal mungkin.
Daftar Pustaka
http://seputarsehat.com/contoh-makalah-konsep-sehat/
Komentar
Posting Komentar